2:15 pm - Thursday November 7, 1247

Pondok Pesantren “Metal” Pasuruan

Metal Selayang Pandang

ADA satu pertanyaan menarik, dan mungkin pertanyaan ini selamanya hanya akan menjadi sebuah pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab: “Kenapa sich dinamakan METAL?”

Kalau maknanya jelas, dan setiap santri baru pasti diberi keterangan bahwa METAL bermakna: MEnghafal Tulisan AL-Quran, atau MEmbaca Tulisan AL-Qur’an.

Tapi coba kalo pertanyaan itu diteruskan: “Apa motivasi Sang Jendral Metal, menamakan panggonane poro santri (Pesantren) itu dengan “Pondok Metal?” Wallahua’lam,

 Mungkin di masa mudanya dulu beliau demen dengan lagu-lagu Rock/ metal. beliau memang cocok dengan syle Metal-nya itu. Dan jika anda berkesempatan bersilaturrahim kesana, coba anda perhatikan dengan seksama,…. Ssssttt,…. pasti anda terkagum-kagum melihat ketampanan Jendral Metal,,…… yang rupawan.

Saya ingin mengajak anda untuk sedikit menata kearifan, tidak pada tempatnya kalo kita sekedar hanya melihat Metal sebagai sebuah “keanehan” semata. Memang Metal adalah sebuah fenomena yang lain dari yang lain. Tapi sungguh, ketika kita menelusuri “padepokan manusia rongsokan” ini, maka kita akan menemukan bahwa keanehan itu terjadi bukan atas pemikiran yang naif, namun karena jiwa besar sang Kyai Metal, yang merancang konsep Metal menjadi sebuah pesantren yang tidak terlalu protokoler, yang sama sekali jarang diterapkan oleh pondok-pondok pesantren lainya pada umumnya.

Profil

Nama lengkap Ponpes ini adalah : Metal Moeslim Al-hidayat, yang beralamat di Rejoso Lor Pasuruan, tepatnya di lintas Jalan Raya Surabaya – Banyuwangi.

  • Makna “Metal”. Metal boleh diartikan : MEmbaca Tulisan AL-qur’an
  • Logo: Tiga Jari bermakna : Iman – Islam – dan Ihsan
  • Pelajaran Utama: Mahroj  Tajwid  Kitab Dhuratun Nashihin Tafsir Jalalain
  • Pengasuh: KH. Abubakar Cholil

Diskripsi

Ponpes ini berdiri megah diatas area seluas kurang lebih 9 ha. Sebelum didirikan, area ini tadinya merupakan area persawahan, yang kemudian pada perkembangan berikutnya menjadi Pondok Pesantren.

Tidak begitu jelas, kapan mulai berdirinya pondok ini, namun menurut salah satu sumber, pondok ini berdiri antara tahun 1992 (Pondok lama) dan tahun 1997 (pondok baru). Pondok ini berpenghuni sekitar 1000 orang santri, baik laki-laki maupun perempuan yang datang dari seluruh pelosok di Indonesia, bahkan ada yang datang dari Malaysia dan Brunei, untuk belajar disini.

Physikologi Metal.

Banyak orang yang mengatakannya sebagai “Pondoknya orang rusak”, alias pondok rehabilitasi orang-orang bermasalah. Tidak salah, memang demikianlah adanya, meskipun tidak semua santri yang masuk ke pondok Metal adalah orang yang bermasalah. Sebagian besar santri Metal memiliki beberapa catatan hitam dalam kehidupan mereka. Kita bisa menemukan banyak sekali santri putra yang ber-tatto, bertindik dan berambut panjang. Tentu saja tatto dan tindik adalah bagian dari masalalu mereka, sementara rambut panjang adalah sebuah kebebasan dari Metal.

Metal boleh gondrong!

Metal bebas merokok!

Lho, koq gichu? Tentu saja ukuran keimanan bukan pada gondrong atau tidaknya bukan?

“Mereka yang datang kesini imannya masih tipis dan mudah goyah, kalo saya perlakukan dengan ketat, mereka tidak kerasan dan pulang,” ungkap Kyai Metal. “Jadi biarlah mereka dalam kebebasan selagi masih mengikuti aturan pondok.” Lanjutnya lagi.

Rutinistas Mengaji Santri Metal

Tidak banyak aturan pondok Metal, yang pasti setiap santri baik putra maupun putri harus ikut shalat berjamaah 5 waktu. Kalo masalah mereka mau mengaji (belajar membaca Al-Qur’an) atau tidak, itu dikembalikan pada pribadinya masing-masing. Tentu saja kalau orang berniat dari rumah ingin nyantri, maka mengaji adalah wajib baginya, tapi kalo datang hanya sekedar lari dari sebuah permasalahan, wallahua’lam.

Misi Pesantren Metal

Amar Ma’ruf nahi mungkar serta Memperbaiki Ahlaq

Tata tertib

Pondok Metal adalah simbol kebebasan berekspresi yang terarah. Di tempat ini santri-santri (putra) dibebaskan merokok, berambut panjang, memakai kaos, atau bercelana jins belel. Anda juga boleh saja membawa gitar dari rumah, atau tape recorder untuk teman sepi.

Sang Jendral Metal tidak menerapkan peraturan yang terlalu ketat, yang jelas semua santri harus mengikuti shalat berjamaah 5 waktu sehari.

Setelah itu ada pengajian ba’da subuh dan pengajian ba’da zhuhur yang di asuh langsung oleh Kyai Metal. Sedangkan untuk pendalaman mahroj dan tajwid adalah jam 9 pagi dan ba’da isya, yang diasuh oleh ustad-ustad senior.

Kebebasan!

Yach, meamng demikianlah adanya. Jika anda sudah sampai di Gerbang Metal, maka anda sendiri yang akan tentukan kemana langkah anda akan tertuju. Yang pasti, ini adalah sebuah tempat yang menjanjikan ketenangan jiwa, tempat yang tidak membatasi style seseorang dalam mencintai Allah dan Rasulnya.

—-

Ponpes Metal Merawat Orang Gila, Hamil Pranikah & Bayi Terlantar

Jangan bayangkan ketika masuk lingkungan Pondok Metal (Menghafal Alquran) di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Anda akan disambut santri dengan kain sarung, baju koko, dan kopiah, sebagaimana terdapat di Pondok Salafiyah atau pondok modern umumnya.
Pondok Metal, KH Abu Bakar Kholil boleh dikatakan sebagai pondok yang memiliki ciri khusus. Sebab, santri atau santriwati yang ”belajar” di pondok tersebut rata-rata mengidap penyakit sosial dan psikologi kelas berat.

”Saya melakukan ini demi Allah dan karena kemanusiaan,” ujar Kiai Abu Bakar di pondoknya. Mengenakan baju lengan panjang cokelat yang sejenis dengan celana panjangnya, kiai yang baru berusia 31 tahun ini menceritakan latar belakang dan visinya sampai membangun dan mengelola Pondok Metal.

”Jangan asosiasikan metal dengan musik rock lho ya. Metal di sini artinya menghafal Alquran,” kata ayah 3 anak, buah pernikahannya dengan Lutfiyah.

Pondok Metal berdiri sejak 1999 di atas lahan sekitar 9,5 hektare. Awalnya pendirian pondok ini mengkhususkan diri pada santri atau santriwati yang terjerat kasus narkoba. Namun, dalam perkembangannya, banyak juga wanita hamil pranikah, korban fitnah santet, dan orang-orang gila (orgil) yang ditampung di pondok ini.

”Ya sejak 3 bulan atau 4 bulan lalu, pondok kami menerima orang gila. Setelah informasi itu di-blow up sedemikian rupa oleh banyak media, banyak orang dari luar kota yang ingin menitipkan anggota keluarganya yang stres atau gila ke pondok kami.”

Menurut dia, ratusan telepon dan SMS masuk ke ponselnya setiap hari. ”Namun pada tahap sekarang saya memprioritaskan menangani dan membina orang gila yang tak terurus dan hidup di jalanan,” jelas Kiai Abu Bakar.

Orgil ini datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Kiai Abu Bakar mengemukakan, justru orgil yang keleleran di sekitar Kabupaten/Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Malang, dan daerah lainnya sekitar Pasuruan kebanyakan dari luar Jatim. ”Ada juga orgil dari Jateng, seperti Semarang dan Pekalongan.”

Slamet (60), orgil yang mengaku dari DI Yogyakarta, telah berada di Pondok Metal selama 2 bulan. ”Saya diambil di Kota Malang,” katanya. Dia tak tahu kok bisa sampai di Kota Apel tersebut. Yang jelas, sekarang perilaku dan sikap Slamet sebagaimana layaknya orang waras. ”Tapi, kulo kerasan teng mriki (saya kerasan di sini),” katanya sambil mengisap rokok dalam-dalam.

Kini, jumlah orgil yang ditampung di Pondok Metal ada 348 orang. Kiai Abu Bakar menyatakan, jumlah orgil itu terus bertambah, karena hampir setiap hari menerima kiriman paket orgil minimal empat orang. ”Biasanya orgil itu dijatuhkan dari truk dekat pintu gerbang pondok. Jadi, ketika kita temukan orgil itu ada yang bibirnya robek, kakinya patah, sikutnya luka, dan lainnya,” ujarnya.

Dan orgil yang telah cukup lama di pondok, namun perkembangan kesehatan fisik dan jiwanya bergerak ke arah normal, umumnya keberatan pulang. Bahkan, keluarganya tak mau mengambilnya, walaupun telah dihubungi pihak pondok. ”Jadi, penghuninya terus bertambah. Asrama pondok sampai tak mampu menampung.”

Mengingat keterbatasan ruang di asrama orgil, orang pertama di Pondok Metal yang alumnus Pondok Al Hidayat Lasem, Rembang, KH Machsoem ini menolak kiriman orgil dari kalangan keluarga. Maksudnya, banyak keluarga yang mengirimkan salah satu anggota keluarganya yang stres berat untuk dibina di pondok ini. ”Saya tak mau menerima pasien stres berat seperti itu. Sebab, pasien kayak gitu maunya makan enak dan rokok yang mahal. Padahal, di sini kami menyediakan makan sederhana dan rokok yang hanya Rp 7.500 per slop.”

Setiap hari juru masak pondok harus menanak nasi sekitar 90 kilogram sampai satu kuintal. Nasi sebanyak itu untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 340 santri yang orgil, santri narkoba, santri pranikah, dan santri korban fitnah santet. Untuk jumlah santri narkoba mencapai sekitar 1.000 orang sejak pondok berdiri 1999 sampai awal tahun ini. Sedangkan santri wanita hamil pranikah dan melahirkan di pondok sebanyak 79 orang. Di samping itu, santri lelaki menerima 2 batang rokok setiap hari. ”Masalah sayur dan lauk-pauknya, ya kita usahakan ada setiap hari. Ya kadang dikasih telur, ikan laut, tahu, tempe, dan lainnya.”

Sekitar 4 hari lalu ada wanita hamil pranikah melahirkan di sini. Ibunya telah pergi dan tak mau menyebutkan alamatnya secara jelas. Dan sekarang masih ada 3 wanita hamil pranikah yang menghuni di pondok ini. Suara Merdeka yang diberikan kesempatan melihat langsung asrama wanita hamil pranikah juga menyaksikan ada wanita muda sedang hamil sekitar 8 bulan. Sang wanita itu langsung memalingkan mukanya ketika dilihat. Dia keberatan diabadikan.

”Jangan dipotret,” katanya.

Mengasuh pondok dengan santri-santriwati istimewa semacam itu ternyata tak dinilai sebagai pekerjaan berat oleh Kiai Abu Bakar. Dorongan istri dan keluarganya membuat dia mampu menanggung beban ekonomi, mental, dan sosial atas peran mulianya tersebut. Selama ini Pondok Metal hidup dari jerih-payah sendiri. Sangat kecil bantuan yang diberikan pemerintah. Wakil Bupati Pasuruan sekali pernah membantu Rp 1 juta, sedangkan Bupati Pasuruan pernah memberikan bantuan beras 3 kuintal dan uang Rp 5 juta. ”Pondok Metal afiliasi politiknya bebas, tak mendekat ke partai tertentu,” tandasnya.(Ainur Rochim-33t)


ADA empat kelompok santri-santriwati di Pondok Metal.

  1. Pertama, santri-santriwati mantan pengguna narkoba. Jumlah santri kelompok ini, yang telah dibina KH Abu Bakar Kholil sejak tahun 1999 sampai awal tahun ini, sekitar 1.000 orang.
  2. Kedua, santri-santriwati orang gila. Kini jumlah mereka di Pondok Metal mencapai 348 orang.
  3. Kelompok ketiga, adalah santriwati wanita hamil pranikah yang jumlahnya 79 orang.
  4.  Dan keempat, santri-santriwati korban fitnah dukun santet.
”Jumlah santri jenis keempat itu, saya tak ingat benar. Pokoknya mencapai puluhan,” kata KH Abu Bakar Kholil kepada Suara Merdeka. Adanya santri-santriwati korban fitnah dukun santet di Pondok Metal, karena di kawasan pantura timur Jatim, ilmu hitam itu kadangkala dipergunakan orang-orang tertentu untuk mencelakai orang lain yang tak disukainya.

Ingat, di Jatim sekitar 1998 pernah terjadi pembunuhan massal dukun santet di Kabupaten Banyuwangi. Kasus itu mengakibatkan Bupati Banyuwangi saat itu, Purnomo Sidik, diminta mengundurkan diri oleh warganya.

Keempat kelompok santri-santriwati di Pondok Metal menyandang ”penyakit sosial dan jiwa” kelas berat. Namun, dengan modal kesabaran, Kiai Abu Bakar berusaha tegar membina dan mendidik para santrinya.

”Tak ada terapi khusus bagi orang gila yang dibina di sini,” tambahnya.

Dia menguraikan, tahapan pembinaan yang dilakukan terhadap orang gila adalah setelah mereka ditangkap oleh tim operasi santri Pondok Metal, langsung dibawa ke lokasi pondok. Di sana mereka diberi makan, minum kopi, digundul rambutnya, dimandikan, dan diberikan baju baru. ”Ya, hanya itu. Tak ada doa khusus untuk mereka,” katanya.

Uniknya, orang gila yang dibina dan dididik di Pondok Metal tak pernah ada yang mengamuk, mencederai temannya, atau merusak bangunan pondok. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, mereka tampak jinak kendati tatapan matanya kelihatan kosong. Mereka yang kesehatan mentalnya mulai pulih, biasanya langsung menyapa orang yang dikenalnya.

”Minta rokoknya Pak Kiai,” ujar salah seorang yang gila ketika dijenguk Kiai Abu Bakar. ”Nanti saja,” jawab Kiai Abu Bakar.

Di lingkungan Pondok Metal terdapat berbagai jenis hewan yang biasanya dipelihara warga hingga hewan berbahaya. Kiai Abu Bakar termasuk kiai yang suka memelihara binatang, termasuk binatang buas. Makanya, tidak aneh jika di sekitar kafe pondok banyak binatang di kandang yang terbuat dari besi seperti harimau, macan tutul, orang utan, burung merak, dan monyet. ”Makanan harimau dan macan tutul itu daging dan ayam,” jelasnya.

Menurut Kiai Abu Bakar, keberadaan hewan tersebut punya pengaruh langsung dan tak langsung terhadap perkembangan pemulihan kesehatan mental orang gila. ”Kami punya pengalaman soal ini. Pernah ada orang gila di pondok ini tak mampu ngomong, ya kayak orang bisu. Tiba-tiba dia dipanjati kera dan langsung menjerit-jerit minta tolong. Mungkin ini semua pertolongan Allah dengan perantaraan kera,” katanya, sambil tersenyum.

Lantas apa indikasi orang gila itu telah waras? Kiai Abu Bakar menyatakan, orang gila muslim diwajibkan mengikuti shalat lima waktu di masjid pondok. Dalam sehari, pondok menggelar 2 kali pengajian, yakni setelah shalat subuh dan zuhur. Selain itu, pada hari-hari tertentu setelah shalat magrib, digelar pengajian, pembacaan surat Yasin, dan shalawatan yang diiringi dengan musik terbang jidor. ”Orang gila yang menari-nari ketika musik terbang jidor dilantunkan, ya mereka itu yang sembuh. Kalau tahu itu, saya langsung katakan wah dia sudah sembuh. Itu cirinya,” ungkapnya .

Manajemen Pondok Metal mewajibkan semua santri-santriwati di pondoknya melaksanakan shalat lima waktu berjamaah. Selain itu, santri yang semula orang gila diwajibkan setiap pagi, sehabis shalat subuh, jalan sehat sejauh empat km di sekitar kawasan pondok.

Saat jalan pagi, diatur dengan tali plastik. Mereka harus memegang pucuk tali plastik sehingga barisannya rapi. ”Saya tahu tiap pagi mereka jalan sehat sejauh empat km dengan memegang tali plastik,” ujar seorang pegawai PT PLN Kabupaten Pasuruan yang sowan ke rumah Kiai Abu Bakar.

Sulit Peroleh Akta

Kini anak dari wanita hamil pranikah yang dilahirkan di Pondok Metal ada 79 orang. Yang terbesar berumur sekitar 9 tahun. Pendidikan anak-anak itu agak terkatung-katung. Sebab, mereka tak bisa bersekolah di sekolah formal di luar pondok. Pengelola sekolah di luar tak mau menerima siswa yang orang tua dan alamatnya tak jelas. Selain itu, anak-anak itu tak diterima sekolah di luar, karena mereka tak memiliki akta kelahiran.

”Persoalan itu yang sekarang jadi beban bagi saya. Saya pernah mengurus masalah itu ke Pemkab Pasuruan dan pengadilan, namun hasilnya nihil. Mereka menolak menerbitkan akta kelahiran untuk anak yang ibu dan ayahnya tak jelas. Saya harap ada pihak lain yang bisa membantu memecahkan persoalan ini,” ungkap Kiai Abu Bakar.

Anak-anak yang mengalami nasib nahas akibat kesalahan orang tuanya itu sekarang menerima pendidikan dari guru-guru informal di Pondok Metal. Problem itu muncul, kata Kiai Abu Bakar, karena ibu si anak tak mau menjelaskan secara detail alamat rumahnya, lelaki yang menghamili, nama, dan alamat orang tua si ibu dan bapak, serta identitas lainnya.

”Semua wanita hamil pranikah yang akan melahirkan di sini hanya mau menyebutkan nama dan kota asalnya. Soal alamat jelas dan orang tuanya, mereka tertutup dan tak mau ngomong sama sekali,” katanya.

Bahkan, Pondok Metal pernah memiliki pengalaman buruk tentang hal itu. Kiai Abu Bakar bercerita, pernah ada wanita hamil dengan usia kehamilannya sekitar 6 bulan datang ke pondoknya. Dia meminta tolong bermukim sementara dan melahirkan di pondok. Ketika didesak alamat, lelaki yang menghamili, dan orang tuanya, si wanita tersebut langsung bertindak nekat dengan memijat ke bawah keras-keras perutnya yang buncit. Akibatnya, si wanita hamil tersebut buta.

”Itu orangnya ada di belakang. Saya kasihan melihat dia seperti itu, kalau operasi mata biayanya sampai berapa ya,” ujarnya bernada tanya.

Atas kejadian tersebut, Kiai Abu Bakar mendapat kesimpulan bahwa wanita hamil pranikah yang datang ke pondoknya bisa dipastikan menghadapi tekanan mental sangat berat. Karena itu, dia harus memperlakukan lebih persuasif bagi mereka yang ingin melahirkan di Pondok Metal. ”Sekarang ada 3 wanita hamil pranikah yang menunggu waktu kelahiran di sini,” jelasnya.

Cuma, tak semua wanita hamil pranikah langsung diizinkan bermukim sementara, dan melahirkan di Pondok Metal. Hanya wanita yang umur kehamilannya 6 bulan ke atas yang diizinkan bermukim di pondok. Selama di pondok, mereka bisa membantu aktivitas pondok seperti membersihkan pondok, memasak makanan untuk santri, dan pekerjaan lain.

”Kini anak-anak hasil hubungan gelap pranikah banyak yang sudah besar. Ada yang bernama Gus Dur, Megawati, Malik Abdul Aziz (Mike Tyson), Yasser Arafat, Robin Hood, dan lainnya. Pokoknya nama mereka keren-keren. Cuma, ya itu mereka tak bisa mendapatkan akta kelahiran, sehingga kondisi tersebut berpengaruh terhadap kelangsungan pendidikan mereka,” tegasnya.

Kebutuhan gizi anak-anak yang dilahirkan mereka juga diperhatikan pihak pondok. Mereka setiap hari diberi minum susu dan makanan sesuai dengan umur dan kebutuhannya. Mereka juga diberi pakaian layak pakai seperti anak-anak umumnya. Menurut Kiai Abu Bakar, ada saja donatur dari luar yang memberikan donasi ke pondok ini.

”Jika kondisi mendesak, karena tak ada uang untuk beli susu, biasanya anak-anak itu kita beri air putih dicampur dengan gula,” ungkap Kiai Abu Bakar Kholil.  (berbagai sumber)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
image_pdfimage_print

Filed in: Lintas Pesantren

25 Responses to “Pondok Pesantren “Metal” Pasuruan”

  1. 13/04/2012 at 09:23 #

    Pesantren yang luar biasa, http://ummatipress.com/category/sorot/wahabis/

  2. doel
    16/06/2012 at 21:42 #

    Assalamaualaikum Wr…wb

    mohon sekiranya , bisa di berikan no. tlp nya, dan alamat lokasi pasuruannya dimana ,sy akan membawa adik saya pasuruan tersebut, sudah 3tahun di dinas sosial surabaya, keadaannya kalo dirumah selalu mau membunuh Ibu saya , yg sudah tua, kasian Ibu saya

  3. sukmawansyah
    01/09/2012 at 13:37 #

    ada sekolah umumnya engga di pondok ini bro…?

  4. wiwi
    03/09/2012 at 13:53 #

    No tlpn yang bisa di hubungi di pondok pesantren metal dong,,pliss!!!

  5. wiwi
    03/09/2012 at 15:52 #

    bisa minta no tlpn ponpres.nya dong,,

  6. Mohd Izat Emir bin Suliman
    10/10/2012 at 16:22 #

    saya dari malaysia,tahun 2003 saya pernah mondok di metal…

    • 10/10/2012 at 19:14 #

      subhanallah,, yg jauh2 dari negeri tetangga pernah mondok di pondok metal. bisa diceritakan pengalaman anda disana? hehe

  7. 22/10/2012 at 02:48 #

    tolong dong saya minta no. HP atau telp. para pengurusnya dong, sepertinya pesantren ini cocok buat saya :)

  8. risty
    28/05/2013 at 07:48 #

    Asslm.wr.wb maaf bs minta nomor telfonnya saya punya kakak ipar yang sudah keluar masuk rumah sakit jiwa tp gak sembuh2 dan mau nanya juga biaya setiap bulannya berapa ya terima kasih wsslm.wr,wb

    • 30/07/2013 at 11:26 #

      Asslm.wr.wb maaf bs minta nomor telfonnya saya punya tetangga yang sudah keluar masuk rumah sakit jiwa tp gak sembuh2 dan mau nanya juga biaya setiap bulannya berapa dan persyaratan untuk masuk disana apa aja?????
      ya terima kasih wsslm.wr,wb

  9. 13/06/2013 at 12:44 #

    Assalamualaikum, setelah mencari2 informasi kayanya pondok metal ini yg saya cari. Dimana bisa mendapatkan no telf pondok ya? Mohon bantuannya, terimakasih

  10. 05/07/2013 at 08:05 #

    Barokalloh!…

  11. 19/08/2013 at 13:15 #

    assalamualaikum, boleh minta nomor telepon pondok?ada anggota keluarga yang sakit jiwa,sudah keluar masuk RSJ. untuk tanya biaya nya berapa dan apa saja persyaratan yang harus dipenuhi?terima kasih

  12. 24/09/2013 at 00:14 #

    Assalaamu'alakum Warahmatullaahi Wabarakaatuh Pak/Bu saya punya kakak sudah 2th ini sakit jiwa,awal mula dulu kakak saya laki kerja dipabrik roti keluar pindah bangunan (ijasah sd krn smp keluar krn nakal)dgn alasan cari gaji yg lebih buat bantu keluarga dan nabung buat kedepan nantinya tp brjlan 3bln bangunan selesai dan ngangur smpai 3bln diem kamar trz jd sakit jiwa sampai sekarang ini.dulu pernah berobat dispesialis jiwa puri waloyo solo dengan uang pesangon alm.ayah saya yg udah phk dan lg sakit stroke 3x kontrol uang dah habis kk saya msh sering ngamuk diem dan marah cuma alm ayah yg sering ngajak ngobrol .ibu pendiam krn dulu prnah sakit jiwa jg.saya kerja buat makan keluarga .kakak saya prnah sembuh kerja dan kadang kalau capex main /kerja kambuh lg sakite.kakak saya umur 27th bujangan sekarang msh sakit kadang ngamuk saya sampai saya gak berani kerja nunggu ibu dan kakak takut ada apa2.kakak saya masih berobat jalan rutin dimoewardi jebres solo pakai jamkesmas tp kondisi kadang masih suka ngamuk.saya binggung dirumah tinggal ibu,aku,dan kakak yg sakit .kalau saya kerja takut entar ada apa2 krn kakak kadang ngamuk tp kalau saya gak kerja 'kami gak bisa makan dan bayar hutang.saya pengen sekali kakak saya sembuh total dan bisa bekerja lg,apa boleh kakak saya di pondokan di sana yg banyak orang buat komunikasi dan inssyaALLAH saya yakin bisa semnuh kakak saya.mungkin persyaratan apa saja yg harus saya siapkan ??sembari menunggu jawaban saya akan ubet nabung buat biaya???trimakasih assallaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

  13. 24/09/2013 at 06:59 #

    ini no hp saya 085770844471

  14. lilik
    31/10/2013 at 12:03 #

    asskum. maaf sy mau mnt nmr tlp pondok metal dan dg siapa yg bs menghubungi. trm ksh byk

  15. 20/12/2013 at 15:46 #

    pondok metal yes

  16. 03/01/2014 at 06:05 #

    Subhanalloh salutt buat pondok metal bisa minta nomor tilp pengurus yg bisa sy hubungi? sy ada perlu dan ingin konsultasi..apa bisa ya?

  17. 28/02/2014 at 14:54 #

    hebat…

  18. 28/04/2014 at 02:01 #

    ini baru pondok yang benar2 memperbaiki umat yang sangat membutuhkan

  19. 29/04/2014 at 14:31 #

    saya minat di pesantren ini, kira2 pendaftarannya berapa ya

  20. 08/05/2014 at 03:49 #

    Askum…
    Permisi pak,ini adik saya atas nama HERIYANTO,30t.karen seringnya mengkonsumsi mirasantika shg sekarang emosinya menjadi naik.sering marah,mengamuk rumah warga.yang saya tanyakan apakah bisa adik saya masuk dipondok metal.minta pencerahanya dan trimaksh.wasalamualaikum wr.wb.

  21. 05/06/2014 at 02:01 #

    Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

    Sahabat dan saudara, saya salah satu alumnus Pondok Pesantren Metal Muslim Alhidayah Pasuruan, saya termasuk santri angkatan ke 2 (1988) yang pada saat itu masi bermukim di Pondok Lama (Dsn Nambangan) dan “boyong” pada tahun 1994 untuk melanjutkan studi di Pesantren Tebuireng Jombang. Saya banyak belajar dari sosok beliau KH Abu Bakar Kholil pengasuhnya. Beliau tidak hanya mengajarkan membaca dan menghafal al-qur’an serta mengenal agama ini melalui pengajian kitab kuning saja, tetapi juga mengajarkan peduli sesama dengan konsep “Islam Rahmatan Lil Alamiin”.

    Berkat doa dan restu serta berkah beliau, saat ini saya menjadi pengasuh pesantren di wilayah Kabupaten Sragen dengan nama “DAARUL MUTHOLA’AH” yang insyaallah akan ikut memberi warna pada sesama serta melanjutkan perjuangan beliau guru saya KH Abu Bakar Kholil. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, keistiqomahan serta kesabaran amiin ….

    Wassalam

    Simak di: http://www.sarkub.com/2012/pondok-pesantren-metal-pasuruan/#ixzz33j4ytcJr
    Powered by Menyansoft
    Follow us: @T_sarkubiyah on Twitter | Sarkub.Center on Facebook

  22. 17/06/2014 at 15:26 #

    Saya mendengar, jika pondok yang Bapak asuh sangat memperdulikan permasalahan sosial, termasuk orang "pinggiran" yang tertelantarkan. Salah satunya, keberadaan sesama kita yang sarafnya terganggu. Dengan menulis disini, saya berharap ada tindakan dari Bapak dan segenap pengurus, untuk menindak-lanjuti permasalahan diatas. Dimana, ada saudara kita yang membutuhkan tangan hangat dari pondok Bapak.

    Adapun lokasinya di sekitar Jl.Taman Asri Selatan, Perum Pondok Candra Indah-Sidoarjo.

    Bisakah Bapak membantu?

    TerimaKasih sebelum dan sesudahnya, saya haturkan.

  23. ida faryanti
    18/08/2014 at 19:26 #

    Assalamualaikum wr wb
    Nama saya ida saya berusia 28 tahun saya mempunyai anak berusia 4th bernama akhmad muzaki pada dasarnya dia ank yg baik tp entah knpsmkin dia besar semakin nakal. Mungkin karena saya berpisah dg bapakx saya berpisah dg bpk nya bulan maret 2014. Saya disini memiliki permasalahan ttg mengasuh
    Anak karena saya bekerja dluar kota dan papax masih spt ank kcil saya bth org yg bnr2 bisa saya percaya untuk mrmbimbing anak saya… mohon bantuannya kalau ada contact person
    Mungkin bisa di infokan melalui email sya mohon bantuan informasinya dg sangat

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


6 × 6 =