12:57 pm - Friday April 25, 2014

Kajian Etika Ziarah Kubur Menurut Sekte Wahabi

Bin Baz: Boleh Doa Menghadap Kuburan


(Scan kitab FATAWA,  BIN BAZ hlm.476)

Terjemah:

Pertanyaan no.624: ”Apakah dilarang ketika berdoa untuk mayit dengan menghadap ke kuburannya?”

Jawaban: ”Tidak dilarang…! bahkan mendoakan mayit dengan menghadap kiblat atau menghadap kuburnya itu terserah. Karena Nabi Muhammad saw pernah pada suatu hari setelah prosesi pemakaman beliau berdiri diatas kuburnya dan bersabda:

“Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian ini, dan mintakanlah ketetapan imannya, karena dia sekarang sedang di tanyai (oleh malaikat-pent).

Dalam kejadian ini Nabi saw tidak mengatakan:

“Menghadaplah kalian ke arah kiblat…..!! (kemudian berdoa-pent)

Oleh sebab itu, maka semuanya boleh, entah itu menghadap kiblat atau menghadap kuburan. Dan para sahabatpun telah berdoa untuk mayit dengan berkumpul disekitar kuburannya.

————————-

 Shohibul Scan berkata:

Fatwa diatas menurutku moderat sekali, karena selama ini yang pernah aku dengar dan aku baca adalah, jika berdoa (dimana saja dan untuk siapa saja) itu dianjurkan menghadap ke arah kiblat karena itu adalah sunnah nabi dan barangsiapa yang menyelisihinya maka dia bid’ah dan lain sebagainya.

Namun praktiknya, disaat saya dan orang lain berziarah ke makam-makam besar di Makkah maupun Madinah, wabil khusus ke makam baginda Nabi Besar Muhammad shalallahu alaihi wa sallam baru mengucapkan salam dan hendak menengadahkan tangan guna untuk berdoa, sudah di cegah dan dihardik seraya menyuruh untuk menghadap ke kiblat. Dalam hati saya, apakah mereka para askar penjaga makam ini tidak mengetahui fatwa ulama’nya diatas ini, atau memang ada fatwa lain lagi mengenai ini?

Ataukah mereka ma’rifat billah sehingga mengetahui doa para peziarah, mana yang diperuntukkan kepada ahli kubur dan mana doa yang diperuntukkan untuk kepentingan lain, misalnya doa untuk pribadi atau mendoakan sanak famili?”

Atau mereka mengklaim bahwa orang yang berdoa dengan menghadap ke kuburannya Rasul atau yang lain disaat berziarah adalah meminta pada penghuni kubur atau bahasa lainnya adalah syirik meminta kepada selainnya Allah?”

Namun yang paling berat bagi saya adalah, disaat saya berziarah ke makam Nabi SAW melalui depan pintu makam dengan posisi pas menghadap ke arah pintu yang bertuliskan “disini Rasulullah (ke utara) seakan akan saya menghadap ke arah nabi persis, oleh askar disuruh menghadap ke kiblat (ke selatan) sehingga saya membelakangi makam, seakan akan saya membelakangi Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

Astaghfirullah hal adhiim…. Sungguh memperihatinkan…

Semoga bermanfaat…. Salam Aswaja !

©Scan Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Filed in: Firqoh, KAJIAN ASWAJA, Ziarah Kubur

One Response to “Kajian Etika Ziarah Kubur Menurut Sekte Wahabi”

  1. AbahKenzie (@YadiePermana)
    10/07/2013 at 10:52 #

    saudiii… saudiiii…. miris

Tinggalkan Pesan


Dilarang keras berdusta mengatasnamakan SARKUB atau NU
Dilarang mengisi di kotak isian dibawah ini dengan nama SARKUB, email SARKUB, dan website SARKUB.COM)
BAGI YANG MELANGGAR LANGSUNG KAMI HAPUS KOMENTAR ANDA!


7 − = 6